Javascript: Pengertian, Jenis, dan Sejarahnya

JavaScript adalah bahasa pemrograman multiplatform yang saat ini digunakan untuk membuat aplikasi website, server, mobile, desktop, dan bahkan Artificial Intelligence juga. Meskipun awalnya dirancang untuk interaksi pengguna dengan elemen halaman web.

Pada tutorial ini kita lebih berfokus pada pembelajaran Javascript dasar untuk pemrograman website. JavaScript sering digunakan dengan HTML dan CSS untuk meningkatkan fungsionalitas halaman web, seperti memvalidasi formulir, menampilkan chart atau grafik, dan menambahkan animasi.

Di browser, Javascript dijalankan oleh Javascript Engine, terdapat banyak Javascript Engine di internet tergantung pada browser yang kamu gunakan. Chromium based browser seperti Google Chrome, Microsoft Edge, dan Brave menggunakan V8 Engine yang di-maintain oleh Google. Mozilla Firefox menggunakan SpiderMonkey. Apple Safari menggunakan JavascriptCore sebagai Javascript Enginenya.

Ketika halaman web dimuat, yaitu setelah HTML dan CSS terdownload, JavaScript Engine di browser akan menjalankan kode Javascript di halamannya. Kode JavaScript kemudian memodifikasi HTML dan CSS untuk memperbarui antarmuka pengguna secara dinamis.

Client-side vs Server-side JavaScript

Perbedaan Client-side vs. Server-side JavaScript hanya terletak pada tempat kode Javascript dijalankan. Jika JavaScript digunakan di halaman web, maka kodenya dijalankan di browser. Dalam hal ini, JavaScript berfungsi sebagai bahasa Client-side. Jika Javascript berjalan di runtime seperti Node.js, maka fungsi ini dinamakan dengan bahasa Server-side. Javascript server-side memiliki kemampuan yang mirip dengan bahasa pemrograman server lain seperti akses database, sistem file, dan lain-lain

Sejarah Javascript

Pada tahun 1995, JavaScript dibuat oleh salah satu pengembang browser Netscape bernama Brendan Eich. Awalnya Javascript diberi nama Mocha, kemudian menjadi LiveScript.

Netscape memutuskan untuk mengubah LiveScript menjadi JavaScript untuk mengikuti ketenaran Java, yang kala itu sedang populer. Keputusan itu dibuat sesaat sebelum Netscape merilis produk browser webnya yang disebut Netscape Navigator 2. Di masa ini, JavaScript memasuki versi 1.0.

Netscape merilis JavaScript 1.1 di Netscape Navigator 3. Sementara itu, Microsoft memperkenalkan produk browser web yang disebut Internet Explorer 3 (IE 3), yang bersaing dengan Netscape. Namun, IE datang dengan implementasi JavaScript yang disebut JScript. Microsoft menggunakan nama JScript untuk menghindari kemungkinan masalah lisensi dengan Netscape.

Akibatnya, dua versi JavaScript yang berbeda ada di pasaran: JavaScript di Netscape Navigator dan JScript di Internet Explorer. JavaScript tidak memiliki standar yang mengatur sintaks dan fiturnya. Dan komunitas memutuskan bahwa sudah waktunya untuk membakukan bahasa pemrograman ini.

Pada tahun 1997, proposal JavaScript 1.1 diajukan ke European Computer Manufacturers Association (ECMA). Komite Teknis #39 (TC39) ditugaskan untuk menstandarisasi bahasa agar menjadi bahasa skrip tujuan umum, multi-platform, dan netral. TC39 datang dengan ECMA-262, standar mendefinisikan bahasa scripting baru bernama ECMAScript (sering diucapkan Ek-ma-script).

Saat ini, Javascript yang telah terstandarisasi diberi nama ECMAScript. Versi terbaru ketika artikel ini ditulis dari ECMAScript adalah ES12 yang dirilis di bulan Juni 2021 (ECMAScript 2021).

©2021, All Rights Reserved

Privacy Policy | DMCA | Telegram